Teknologi Tepat Guna : Pengertian, Produk, Manfaat, dan Perencanaan

Halo sobat Artikel Belajar, pada kesempatan ini kita akan membahas pelajaran Prakarya mengenai “Rekayasa Inoatif dan Peluang Usaha Teknologi Tepat Guna”. Adapun yang akan kita bahas adalah pengertian, produk, mafaat, pengemasan dan perawatan, serta aspek-aspek perencanaan. Mari kita simak pembahsannya di bawah ini.

A. Produk dan Manfaat Rekayasa Inovasi Teknologi Tepat Guna

1. Pengertian Teknologi Tepat Guna (TTG)

Banyak teknologi saat ini yang mersuak bumi kita melalui polusi atau dengan menguras sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui dilingkungan kita.Ada banyak teknologi yang dapat mengantikan praktik praktik lazim yang merusak. Teknologi ini disebut teknologi tepat guna. Apakah yang dimaksud dengan Teknologi Tepat Guna? Teknologi tepat guna adalah teknologi yang dirancang bagi suatu masyarakat agar dapat disesuaikan dengan sapek aspek lingkungan, keetisan, kebudayaan, sosial, politik, dan ekonomi masyarakat yang bersangkutan.

Selain itu, teknologi tepat guna juga harus memenuhi persyaratan, yaotu sebagai berikut.

  1. Teknis, yang meperhatikan dan menjaga tata kelestarian lingkungan hidup, penggunaan secara maksimal bahan baku lokal,  menjamin   mutu (kualitas) dan jumlah (kuantitas) produksi, secara teknis efektif dan efisien, mudah perawatan dan operasi, serta relatif aman dan mudah menyesuaikan terhadap perubahan.
  2. Ekonomis, yaitu efektif menggunakan modal, keuntungan kembalikepada produsen, dan jenis usaha koperatif yang mendorong timbul industri lokal.
  3. Sosial budaya yaitu memanfaatkan keterampilan yang sudah ada, menjamin perluasan lapangna kerja, menekan pergeseran tenaga kerja, menghindari konflik sosial budaya, dan meningkatkan pendapatan yang merata.

2. Berbagai Produk rekayasa Inovasi Teknologi Tepat Guna

beberapa contoh produk rekayasa inovasi teknologi tepat guna antara lain sebagai berikut.

a. Alat pengurai serat serabut kelapa

Bentuknya terdiri dari rol tunggal yang diberi paku-paku panjang untuk mengurai serabut kelapa sehingga terpisah dari serbuknya.

b. Alat Pengering Hasil pertanian

  1. Misalnya alat pengering berbentuk rak (tray dryer), ciri cirinya sebagai berikut.
  2. Bentuknya persegi dan didalamnya berisi rak rak yang digunakan sebagai tempat bahan yang akan dikeringkan.
  3. Cocok untuk bahan yang berbentuk padat dan butiran.
  4. Sering digunakan untuk produk yang jumlahnya tidak terlalu besar.
  5. Waktu pengeringan umumnya lama (1 6jam).

c. Alat Pencetak Briket

Alat pencetak briket berupa kempa yang memeiliki fungsi mencetak briket dari bahan organik, seperti kotoran sapi baru serta limbah pertanian yang mengandung karbon tinggi seperti sekam, serbuk gergaji, jerami, daun daunan,serbuk arang, serbuk batu bara, arang biomassa, dan arang sekam. Tekanan yang dihasilkan oleh kempa dapat berasal dari hidrolik maupun tekanan mekanik menggunakan ulir. Briket sebagai bahan bakar rumah tangga di daerah perdesaan dengan hasil cetakan berbentuk slinder.

d. Alat pengambilan Zat Warna alam Indigo

Proses pengambilan zat warna alam indigo yaitu dengan melakukan aerasi pada cairan hasil rendaman daun dari tanaman Indigofera tinctoria L. Sirkulasi air dengan menggunakan pompa memungkinkan terjadinya proses aerasi.

e. Alat Perajang Sampah Organik

Mesin pecahan ini berfungsi untuk mencacah sumpah khususnya sampah organik. Mesin digerakkan oleh motor dan menggunakan blade untuk memotong sampah. Pencacahan sampah organik dimaksudkan untuk mempercepat proses pengomposan menjadi pupuk kompos yang dapat digunakan untuk menyuburkan tanah.

3. Manfaat Produk Rekayasa Inovasi Teknologi Tepat guna

  1. Teknologi tepat guna bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemenuhan kebutuhannya, pemecahan masalahnya, dan penambahan hasil produksi yang makin meningkat dari biasanya.
  2. Teknologi tepat guna rellatif mudah dipahami mekanismenya, mudah dipelihara, dan mudah di terapkandalam kehidupan sehari hari.
  3. Memacu kreativitas dan inovatif pembuatnya untuk terus berkarya mencapai optimal.
  4. Terciptanya lapangan pekerjaan untuk mewujudkan karya inovasi.

B. Produk Rekayasa Inovasi Teknologi Tepat Guna dalam Pembuatan Zat Warna alam Indigo

Kain batik merupakan warisan budaya asli Indonesia. Kain baik yang menggunakan zar warna alam memiliki nilai jual atau nilai ekonomi yang tinggi, karena memiliki nilai seni dan warna khas serta ramah lingkungan sehingga berkesan etnik dan ekslusif. Zat pewarna alam untuk bahan tekstil pada umumnya diperoleh dari hasil ekstrak berbagai bagian tumbuhan, seperti, akar, kayu, daun, biji, ataupun bunga. Pada dasarnya zat warna alami dapat digunakan untuk mewarnai semua serat tekstil yang berasal dari serat alam maupun semisintesis.

Pengambilan zat warna alam, dalam hal ini warna biru diambil dari daun tanaman Indigofera tinctoria L, (tom/tarum/nila). Produks rekayasa inivasi teknologi tepat guna yang dimanfaatkan untuk pembuatan zat warna ini adalah spray aerator. Adapun produk zat warna alam yang dihasilkan menggunakan alat spray aerator disebut pasta indigo. Spray aerator dapat mempermudah dalam proses produksi pengambilan zat warna alam indigo.

Dalam pembuatan zat warna alam anda juga harus memperhatikan pola integrasi teknoekologis, yang berarti bahwa yang dihaasilkan berupa zat warna alami merupakan produk yang ramah lingkungan.

1. Desain Produk Rekayasa Inovasi Teknologi Tepat Guna Spray Aerator dalam Pembuatan Zat Warna Alam Indigo

Teknologi tepat guna desain spray aerator

2. Alat yang Digunakan

a. Alat Pembuatan Spray Aerator

  1. Bor listrik
  2. Mesin las

b. alat Pembuatan Zat Warna Alam Indigo

  1. Ember untuk merendam daun Indigofera tinctoria L.
  2. Spray aerator digunakan untuk mengaerasi cairan hasil rendaman.
  3. Keranjang, kain, dan ember digunakan untuk memisahkan antara pasta dan air.

3. Bahan yang Digunakan

a. Bahan Pembuatan Spray aerator

  1. Drum bekas untuk membuat tangki.
  2. Paralon yang diberi lubang banyak sebagai sprayer.
  3. Pipa paralon, untuk sirkulasi larutan yang dipompa.
  4. Keran pengatur dan pompa air.
  5. Sakelar dan kabel.
  6. Rangka penopang tangki.
  7. Pompa air.
  8. Sumber energi listrik AC220 V

b. Bahan Pembuatan Zat Warna alam Indigo

  1. Larutan CaO (kapur tohor) yang berfungsi mengikat zat warna yang terdapat pada tanaman.
  2. Air untuk merendam daun tanaman.
  3. Tanaman Indigofera tinctoria L.

4. Proses Pembuatan karya Inovasi Teknologi Tepat Guna Spray Aerator dalam Pembuatan zat Warna Alam Indigo

a. Proses Pembuatan Spray Aerator

Sediakan bahan bahanyang dibedakan menjadi bahan bahan yang digunakan untuk pembuatan spray aetator, bahan pembuat tangki penampung, serta bahan bagian rangka dan pemipaan. Bahan bahan tersebut didukung dengan peralatan pendukung dalam proses produksi. Dalam proses produksi tiap tiap bagian tersebut dibuat, kemudian dirakit menjadi spray aerator. Pengujian alat menggunakan pompa air yang dipasang menggunakan sumber energi listrik AC220 V.

b. Proses Pembuatan Zat Warna Alam Indigo Biru

  1. Proses hidrolisis/Perendaman : 1 kg daun indigo segar (dengan rantingnya) direndam dalam 5 liter air, usahakan daun berada di bawah permukaan air.
  2. Proses Aerasi :Air hasil rendaman diaerasimenggunakan alat spray aerator. Pada saat proses aerasi ditambahkan larutan kapur (caO) dengan perbandingan satu kilogram daun sebanyak 30 gram kapur. Pada proses ini, air rendaman yang semula berwarna hijau akan berubah menjadi biru.
  3. Proses sedimentasi/Pengendapan : Cairan yang dihasilkan dari proses aerasi diendapkan dan ditampung dalam ember. Pisahkanair dari endapannya yang sudah berbentuk pasta (saring dengan kain halus)! simpan pasta indigo pada tempat kering dan sejuk!

c. Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)

Dalam proses pembuatan karya inovasi teknologi tepat guna, Anda juga harus memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja. Kesehatan dan keselamatan kerja adalah suatu upaya perlindungan agar tenaga kerja selalu dalam keadaan selamat dan sehat selama melakukan pekerjaan di tempat kerja, serta sumber dan proses produksi dapat digunakan secara aman dan efisien.

Keselamatan kerja mencakup pencegahan kecelakaan kerja dan perlindungan terhadap tenaga kerja dari kemungkinan terjadinya kecelakaan sebagai akibat dari kondisi kerja yang tidak aman, dan/atau tidak sehat.

Peralatan keselamatan kerja yang digunakan dalam pembuatan alat yang mendukung proses produksi, antara lain sarung tangan, kacamata, helm, pakaian praktik, safety shoes, pelindung telinga, dan masker pelindung saluran pernapasan.

Rambu-rambu kesehatan dan keselamatan kerja merupakan tanda-tanda yang dipasang di tempat kerja atau laboratorium , guna mengingatkan atau mengidentifikasi pada semua pelaksana kegiatan di sekeliling tempat tersebut terhadap kondisi, risiko, serta yang terkait dengan kesehatan dan keselamatan kerja. Manfaat pemasangan rambu-rambu, yaitu sebagai berikut.

  1. Menyediakan kejelasan informasi dan memberikan pengarahan umum.
  2. Memberikan penjelasan tentang kesehatan dan keselamatan kerja.
  3. Menunjukan adanya potensi bahata yang mungkin tidak terlihat.
  4. Mengingatkan para pelaksana di mana harus menggunakan peralatan perlindungan diri sebelum memulai aktivitas di tempat kerja.
  5. Menunjukkan dimana peralatan darurat keselamatan berada.
  6. Memberikan peringatan waspada terhadap beberapa tindakan atau perilaku yang tidak diperbolehkan.

Rambu-rambu K3 pada umumhya terdiri dari beberapa simbol atau kode yang menyatakan kondisi yang perlu mendapat atensi bagi siapa saja yang ada di lokasi tersebut. Guna mempertegas suatu tanda atau rambu, dalam pelaksanaannya dibedakan dalam bentuk warna-warna dasar yang sangat mencolok dan mudah dikenali.

Warna-warna yang dipasang pada setiap rambu, yaitu sebagai berikut.

  1. Warna merah  : tanda larangan (pemadam api)
  2. Warna kuding : tanda peringatan, waspada, atau berisiko bahaya.
  3. Warna hijau    : tanda zona aman atau pertolongan
  4. Warna biru      : tanda wajib ditaati atau prasyarat
  5. Warna putih    : tanda informasi umum
  6. Warna oranye ; tanda beracun

Penggunaan bentuk rambu yang memuat tanda-tanda atau simbol ada tiga bentuk dasar, yaitu sebagai berikut.

  1. Bulat            ; wajib atau bentuk larangan.
  2. Segitiga       : tanda peringatan.
  3. Segi empat : darurat, informasi, dan tanda tambahan.

Berikut bentuk dasar rambu-rambu standar yang perlu dipahami

teknologi tepat guna bentuk dasar rambu rambu

C. Pengemasan dan Perawatan produk Rekayasa Inovasi Teknologi Tepat Guna dalam Pembuatan Zat Warna Alam Indigo

1. Pengemasan Produk Rekayasa Inovasi Teknologi Tepat Guna dalam Pembuatan Zat Warna Alam Indigo

Kemasan sebuah produk merupakan salah satu unsur yang memengaruhi banyaknya penjualan atau minatnya konsumen terhadap produk tersebut. Fungsi paling mendasar dari kemasan adalah untuk mewadahi dan melindungi produk dari kerusakan-kerusakan, sehingga lebih mudah disimpan, diangkut, dan dipasarkan.

Pengemasan memiliki dua fungsi yaitu sebagai berikut.

  1. Fungsi distribusi : sebagai pelindung ketika produk didistribusikan.
  2. Fungsi identitas : sebagai identitas produk. Untuk itu, kemasan produk harus didesain agar produk dapat terlindungi dari benturan dan menarik.

Fungsi kemasan harus memenuhi persyaratan sebaga berikut.

  1. Kemampuan atau daya membungkus yang baik untuk memudahkan dalam penanganan, pengangkutan, distribusi, penyimpanan, dan penyusunan/penumpukan.
  2. Kemampuan melindungi isinya dari berbagai risiko dari luar, misalnya perlindungan dari udara panas atau dingin, sinar atau cahaya matahari, bau asing, benturan atau tekanan mekanis, dan kontaminasi mikroorganisme.
  3. Kemampuan sebagai daya tarik terhadap konsumen. Dalam hal ini identifikasi, informasi, dan penampilan seperti bentuk, warna, dan keindahan bahan kemasan harus mendapatkan perhatian.
  4. Persyaratan ekonomi, artinya kemampuan dalam memenuhi keinginan pasar, sasaran masyarakat, dan tempat tujuan pemesanan.
  5. Mempunyai ukuran, bentuk, dan bobot yang sesuai dengan norma atau standar yang ada, mudah dibuang, dan mudah dibentuk atau dicetak.

Pengemasan produk zat warna indigo terdiri dari dua jenis, yaitu dalam bentuk pasta dan tepung.

a. Pengemasan Produk dalam Bentuk Pasta

teknologi tepat guna pengemnasan dalam bentuk pasta

b. Pengemasan Produk dalam Bentuk Tepung

teknologi tepat guna Pengemasan Produk dalam Bentuk Tepung

2. Perawatan Produk Rekayasa Inovasi Teknologi Tepat Guna dalam Pembuatan Zat Warna Alan Indigo

a. Pemeliharaan Lingkungan

Tanaman Indigofera tinctoria L. selain dibudidayakan untuk penghasil zat warna alam juga memiliki fungsi bagi lingkungan. Budi daya tanaman ini dapat menggunakan areal tanah yang belum dimanfaatkan dalam skala yang besar. Penanaman tanaman ini dapat menutupi permukaan tanah serta mampu menanggulangi polusi dan pemanasan global.

b. Perawatan Alat

Perawatan alat bertujuan agar proses produksi berjalan lancar dan membantu biaya produksi. Beberapa langkah perawatan alat spray aerator dalam pembuatan zat warna alam indigo, antara lain sebagai berikut.

  1. Membersihkan bagian lubang sprayer agar tidak tersumbat dari kapur yang digunakan.
  2. Menghindari tergenangnya air pada spray aerator pada bagian tangki (reservoiri) saat penyimpanan agar tidak terjadi korosi pada peralatan.
  3. Melakukan pemeliharaan (maintenance) secara berkala pada pompa air, hindari terjadinya hubungan singkat karena isolasi kabel kurang baik.
  4. Memperhatikan penggunaan sumber listrik disesuaikan dengan spesifikasi pompa air yang digunakan.

D. Aspek-Aspek Perencaaan Usaha Produk Rekayasa Inovasi Teknologi Tepat Guna dalam Pembuatan Zat Warna Alam Indigo

1. Langkah-Langkah Perencanaan Usaha Pembuatan Zat Warna Alam Indigo

  1. Menentukan nama usaha.
  2. Menentukan lokasi usaha.
  3. Menentukan komoditas yang diusahakan. Hal-hal yang harus menjadi perhatian soerang wirausaha sebelum memutuskan komoditas yang akan diusahakan, antara lain sebagai berikut.
  • Konsumen yang dituju.
  • Pasar yang akan dimasuki.
  • Patner yang akan diajak kerja sama.
  • Personel yang dipercaya.
  • Jumlah modal.
  • Peralatan.
  • Penyebaran promosi.

2. Kebutuhan Biaya Produksi

Biaya produksi zat warna alam indigo meliputi biaya investasi, biaya tidak tetap, dan biaya operasional. Perlunya penyusunan analisis usaha produksi zat warna alam indigo adalah untuk mengetahui gambaran ekonomi mengenai usaha yang akan diwujudkan.

3. Analisis Break-Even Point (BEP)

Break-even point adalah suatu keadaan dimana dalam suatu operasi perusahaan tidak mendapat untung maupun rugi atau impas (penghasilan= total biaya). Sebelum memproduksi suatu produk, perusahaan terlebih dahulu merencanakan seberapa besar laba yang diinginakan. Ketika menjalankan usaha, maka tentunya akan mengeluarkan biaya produksi. Oleh karena itu, dengan analisis titik impas dapat diketahui pada waktu dan tingkat harga berapa penjualan yang dilakukan tidak menjadikan usaha tersebut rugi serta mampu menetapkan penjualan dengan harga yang bersaing pula tanpa melupakan laba yang diinginkan. Hal tersebut dikarenakan biaya produksi sangat berpengaruh terhadap harga jual dan begitu pula sebaliknya, sehingga dengan penentuan titik impas tersebut dapat diketahui jumlah barang dan harga penjualan.

Beberapa manfaat BEP antara lain sebagai berikut.

  1. Alat perencanaan untuk menghasilkan laba.
  2. Memberikan informasi mengenai berbagai tingkat volume penjualan, serta hubungannya dengan kemungkinan memperoleh laba menurut tingkat penjualan yang bersangkutan.
  3. Mengevaluasi laba dari perusahaan secara keseluruhan.
  4. Mengganti sistem laporan yang tebal dengan grafik yang mudah dibaca dan dimengerti.

BEP produksi dan harga dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut.

rumus BEP teknologi tepat guna

Oke sobat, demikianlah pembahasan kita mengenai Teknologi Tepat Guna, semoga bermanfaat.Jangan lupa baa juga : Kerajinan Bahan Keras : Pengertian, Macam, Fungsi, Contoh, Teknik Pembuatan, dan Proses Produksi

Add a Comment