Pergelaran Karya Tari : Pengertian, Proses, Konsep, dan Unsur Pendukung

Halo sobat dalam kesempatan ini Admin akan berbagi materi belajar seni budaya mengenai “Pergelaran Karya Tari”.

Pagelaran karya seni tari merupakan pertunjukan tari atau penyajian yang ditunjukkan kepada orang lain. Hal ini juga dijadikan sebagai kegiatan apresiasi seni untuk mengembangkan kreativitas yang dalam proses penyelenggaraannya diperlukan proses dan persiapan yangmatang dan sistematis.

pergelaran karya tari

Pergelaran Karya Tari

Unsur Pendukung Pagelaran Tari adalah :
Seni Tari adalah seni yang kompleks dan dilengkapi unsur seni lainnya untuk melengkapi dan mendukung. Unsur-unsur tersebut yaitu :
1. Gerak
2. Tema
3. Musik Iringan
4. Tata Rias dan Kostum
5. Tempat
6. Lighting
7. Pola Lantai

Proses Garap Gerak tari Kreasi

Proses eksplorasi adalah proses penjajakan dan pencarian motif motif gerak melalui berbagai cara saat melakukan proses garap gerak tari. Dalam proses ini diperlukan beberapa cara atau stimulus sehingga mendapatkan ide atau gagasan dalam membuat motif motif gerak untuk kebutuhan garapan tari. Tahapan ini biasanya terbentuk karena adanya rangsang awal yang ditangkap oleh pancaindra, kemudian muncul praktik ide dan gagasan untuk mengembangkan gerak dan mewujudkan proses kreatif gerak yang orisinal dari karya tari yang dibuat secara sederhana. Adapn rangsang dapat diartikan sebagai suatu yang dapat membangkitkan pikir, semangat, dan mendorong terjadinya suatu kegiatan. Dalam proses eksplorasi ada beberapa stimulus yang dapat digunakan oleh penata tari dalam melakukan proses garap, di antaranya berupa rangsang auditif, visual, ideasional (gagasan), dan rangsang kinestetik. Untuk lebih jelasnya dapat diuraikan secara singkat sebagai berikut.

1. Rangsang Dengar (Auditif)

Rangsang auditif adalah salah satu tahapan mengembangkan gagasan gerak yang diilhami oleh suara atau bunyi suatu benda atau perbuatan, seperti suara instrumen musik (gendang, seruling, gamelan, dan lain lain), suara manusia (nyanyian, puisi, tangsian, dan lain lain), suara alam atau lingkungan (gemuruh ombak, angin, kicauan burung, dan lain lain) sering menarik dan menjadi rangsang dinamis tari.

2. Rangsang Visual

Rangsang visual muncul karena pancaindra yang berupa mata menagkap berbagai hal yang menarik untuk diungkapkan dalam bentuk gerak tari. Rangsang visual ini dapat timbul dari objek gambar, warna, wujud, patung, melihat orang menari atau bergerak, dan sejenisnya. Seorang penata tari melalui gambaran visual tersebut dapat mengambil gagasan/konsep yang ada di balik hasil penglihatannya dan dengan segera mampu berekplorasi menciptakan gerak tarian yang diinginkan.

3. Rangsang Kinestik

Rangsang kinestik merupakan tahapan pengembangan gerak tari berdasarkan kesadaran pengolahan potensi tubuh kita. Dalam tahapan ini dapat dialkukan seperti pada saat mengolah gerak berdasarkan pola hitungan.

4. Rangsang Gagasan (idiasional)

Rasangsang gagasan adalah gagasan yang sering digunakan penata tari dalam membuat karyanya. Untuk menyampaikan gagasan atau cerita yang akan disajikan biasanya gerak dirangsang dan dibentuk dengan kapasitas kemampuan penata tari.

Stilisasi dan Rangsang Gerak

Dalam berkarya tari tentunya memerlukan bentuk bentuk baru dari suatu gerak. Oleh karena itu, hasil dari ekspolorasi dan improvisasi perlu diubah atau diperhalus dengan proses pengembanagan. Adapun proses pengembanagn dapat dilakukan dengan cara mengubah volume gerak, level, kesan, ragam gerak, struktur, dan elemen lainnya.

Untuk mendapatkan bentuk baru dari pengembangan gerak yang diharapakan memerlukan kecermatan dan uji coba yang terus menerus, berdasrkan kreativitas dari gerak tubuh yang terkecil sampai pada totalitas gerak tubuh sepenuhnya. Upaya koreksi terhadap alur gerak dari awal sampai akhir perlu terus ditinjau ulang sehingga keberlangsungan gerak dapat terwujud dengan rapi. Proses penghalusan, memberikan kesn indah dari suatu gerak biasanya disebut stilisasi. Setelah proses pembentukan gerak, selanjutnya dilakukan pemilihan gerak yang sesuai dengan ide. Pada tahap ini kegiatan memilih dan memilah gerak gerak yang sudah diolah, diseleksi kembali untukk disesuaikan dengan ide garapan.

Pemilihan gerak seidaknya dapat digunakan seefektif mungkin sehingga mempunyai kualitas yang mantap dari karya yang akan dipentaskan. Setelah proses tahapan pertama dari proses eksplorasi dilakukan, tahapan selanjutnya adalah proses penghalusan dan pemilihan gerak sesuai dengan kebutuhan penyajian garapan tari yang diinginkan. Tahapan ini penting dilakukan untuk menentukan pilihan dari motif motif gerak yang dibuat dan yang akan dipakai pada garapan tari. Tahapan akhir dari proses eksplorasi adalah tahapan penggabungan dengan unsur unsur pendukung lainnya, baik dengan musik iringan tari, penggunaan properti tari, maupun dengan penggunaan arstisitik lainnya, termasuk penggunaan busana dan aksesori tari.

Improvisasi Gerak dalam tari

Pada saat mengapresiasi karya tari, anda pasti melhat beberapa adgan geak yang berbeda dari yang lainnya, khususnya pada garapan karya tari kelompok. Perbedaan adegan gerak itu dapat dikategorikan sebagai adegan gerak yang disengaja atau sebaliknya. Adegan yang tidak disengaja oleh satu penari tersebut dapat dikategorikan sebagai perak improvisasi oleh si penari. Akan tetapi, pada pelaksanaannya juga gerak improvisasi dalm tari dapat dilakukan secara sengaja sesuai dengan kebutuhan konse garap. Pada situasi ini penari sudah dikondisikan untuk melakukan gerak gerak impprovisasi dalam pengadegannya. Inti dari gerak improvisasi adalah bentuk bentuk gerak yang dilakukan penari yang pada setiap saat dapat dilakukan berbeda tetapi masih disesuaikan dengan maksud pengadegan dari gerak itu sendiri.

Sebagai gambaran gerak improvisasi dapat diamati dari gambar pengadegan gerak di bawah ini.

Pergelaran Karya Tari gambar pengadegan gerak

Konsep Tata Pentas

Dalam sebuah penyajian karya tari perlu adanay unsur unsur pendukung di antaranya unsur musik., busana, rias, properti, dan unsur tata pentas yang membuat penyajian tari menjadi lebih menarik. Unsur tata pentas dalam penyajian tari keberadaanya memebrikan dimensi ruang pertunjukan yang mampu mencerdaskan para penonton. Dimensi ruang yang dimaksud adalahmemberikan kesan imajinasi peristiwa yang dibangun pada penyajian tari berdasarkan konsep penyajiannya. Konsep tata pentas dalam pertunjukan tari akan terkait dengan masalah konsep tata panggung, tata lampu, dan tata artistik pertunjukan atau dekorasi panggung.

1. Tata panggung

Pada umumnya jenis panggung yang sering digunakan dalam pertunjukan tari terbagi menjadi panggung arena, prosenium, dan campuran.

  1. Jenis panggung arena adalah jenis panggung terbuka yang tidak terdapat batasan yang jelas antara garis pemain dan penonton. Pada umumnya jenis panggung arena ini dilakukan di lapangan atau dapat dilakukan di halaman rumah atau halaman yang lainnya.
  2. Jenis panggung prosenium adalah jenis panggung yang sering digunakan dalam pertunjukan tari yang memiliki batasan yang jelas antara pemain dan penonton serta memiliki ketinggian khusus untuk tempat penari bergerak sehingga penonton menjadi lebih fokus melihatnya.
  3. Jenis  panggung campuran, ciri dari jenis panggung ini biasanya menggunakan beberapa daerah tempat penari bergerak tetapi dalam peristiwa pertunjukan. Intinya adalah mengombinasikan jenis panggung arena dengan panggung prosenium sesuai dengan konsep garap karya tari yang dipertunjukkan.

2. Tata Lampu dan Dekorasi pertunjukkan

Kedua unsur pendukung ini memiliki peran dalam memperkuat dan pengadegan penyajian tarian. Tata lampu memiliki beberapa fungsi, yaitu sebagai penerang tempat menari dan memperkuat adegan serta suasana tarian. Adapun jenis dan warna lampu yang dipergunakan disesuaikan dengan kebutuhan peradegan penyajian gerak lainnya.

Sementara masalah tata dekorasi panggung lebih difokuskan pada masalah penataan desain panggung agar terlihat lebih menarik dan lebih hidup. Tata dekorasi panggung harus dibuat dan disesuaikan dengan konsep pertunjukan tari yang ditampilkan.

Pembentukan Panitia Pergelaran

Selain penari dan pemain, peran kepanitiaan juga berperan penting dalam suksesnya sebuah pergelaran teater. Tugas dan tanggung jawab kepanitiaan pergelaran ini yang nantinya akan membantu mengatur setiap tahapan kegiatan pergelaran, yaitu mulai dari tahapan awal, proses latihan, publikasi, dan pemasaran pertunjukan hingga pada pengaturan jalannya pertunjukan agar berjalan dengan sukses. Bagian dari kepanitiaan pergelaran tari sebagai berikut.

1. Tim produksi

Meliputi pimpinan produksi, seketaris produksi, bnedahara, seksi dokumentasi, seksi publikasi, seksipenandaan, dan ticketing.

2. House Manager

Meliputi keamanan, akomodasi, konsumsi, transpotasi, dan seksi gedung.

3. Tim Artistik

Meliputi sutradara/koreografer, pimpinan arstistik/art director, stage manager, penata panggung/ scenery, penata cahaya, penata rias dan busana, penata suara, serta penata musik/sound.

Baca juga : Pergelaran Tari Tradisional 

Add a Comment