Pengertian, Ciri , Tujuan, Kaidah Kebahasaan, Contoh dan Struktur Teks Anekdot

Pengertian, Ciri , Tujuan, Kaidah Kebahasaan, Contoh dan Struktur Teks Anekdot. Dalam Artikel Belajar kali ini kita akan mengulas pengertian teks anekdot, ciri-ciri teks anekdot , tujuan teks anekdot, struktur teks anekdot, kaidah kebahasaan teks anekdot, dan contoh dan struktur teks anekdot. Hal tersebut akan disajikan dalam beberapa bagian yaitu sebagai berikut.

A. Pengertian Teks Anekdot

Teks anekdot adalah sebuah karangan cerita atau sebuah kisah yang berasal dari karangan si pengarang ataupun bisa jadi berdasarkan  pengalaman hidup seseorang yang ditulis secara singkat, pendek dan lucu tentang berbagai topik seperti pendidkan, politik, hukum, sindiran, kritikan, dan sebagainya. Namun perlu kita ketahui bahwa teks anekdot tidak hanya berisikan kisah-kisah cerita lucu saja, melainkan ada juga terdapat amanat, pesan moral, dan juga ungkapan tentang suatu kebenaran secara umum.

B. Ciri-ciri Teks Anekdot

Setelah temen-temen mengetahui pengertian dari teks anekdot, nah teks anekdot juga memiliki ciri-ciri yang dapat berguna untuk menjadi pembeda dari teks-teks lainya. Ciri-ciri tersebut dapat kita lihat sebagai berikut:

  1. Teks anekdot bersifat humor atau lelucon (lawakan), artinya yaitu teks anekdot berisikan kisah-kisah lucu atau bualan.
  2. Teks anekdot bersifat menggelitik, artinya yaitu teks anekdot akan membuat pembacanya merasa terhibur dengan kelucuan dan lelucon yang ada dalam teks itu.
  3. Bersifat menyindir (kritikan) terhadap seseorang atau sebuah institusi.
  4. Bisa jadi mengenai orang penting.
  5. Memiliki tujuan tertentu.
  6. Kisah cerita yang disajikan dalam teks anekdot hampir menyerupai dongeng.
  7. Menceritakan tentang karakter hewan dan manusia sering terhubung secara umum dan realistis.

C.Tujuan Teks Anekdot

Seperti kita ketahui teks anekdot juga memiliki tujuan yaitu untuk menghibur tetapi bukan merupakan lelucon karena bukan untuk membangkitkan tawa, tetapi untuk mengungkapkan suatu keberadaan yang lebih umum.Ditujukan untuk para pembaca dalam setiap kisah cerita yang ditulis. Tujuan-tujuan tersebut merupakan latar belakang para pengarang atau penulis  untuk menulis sebuah teks anekdot. Berikut di bawah ini merupakan beberapa tujuan dari penulisan teks anekdot.

  1. Untuk memberikan hiburan namun berisikan makna.
  2. Sebagai saranan pesan moral.
  3. Sebagai sarana kritikan.

D.Struktur Teks Anekdot

Teks anekdot juga memiliki struktur-struktur dalam penulisannya. Struktur teks anekdot antara lain Abstraksi, orientasi,event, krisis, reaksi, koda, dan Re-orientasi. Untuk mengetahui mengenai tiap bagain struktur teks anekdot mari kita simak simak yang di bawah ini:
Abstraksi, bagian yg menunjukkan awal kejadian cerita, berfungsi memberikan gambaran awal tentang isi dari teks anekdot.

  1. Orientasi, bagian dimana terjadi hal / masalah yg unik, latar belakang terjadinya suatu peristiwa atau kejadian yang terjadi dalam teks.
  2. Event, berisikan rangkaian peristiwa yang terjadi dalam teks.
  3. Krisis, bagian ini berisikan tentang awal mula pemunculan permasalahan yang terjadi dalam teks anekdot.
  4. Reaksi, bagian bagaimana cara penulis mnyelesaikan masalah yg timbul di bagian krisis.
  5. Koda, pada bagian ini akan muncul perubahan yang terjadi pada tokoh yang ada dalam cerita teks.
  6. Re-orientasi, bagian ini merupakan bagian akhir dari teks sekaligus sebagai penutup dari teks anekdot.

D.Kaidah Kebahasaan Teks Anekdot

Teks anekdot juga memiliki kaidah kebahasaan tersendiri berbeda dari teks lainnya. Kaidah kebahasaan itu bisa kalian lihat di bawah ini.

  • Menggunakan kata keterangan waktu lampau (contoh : Saya menemukannya tadi pagi)
  • Menggunakan kata penghubung/sambung/konjungsi (Contoh : Kemudian saya memberikannya makan).
  • Terdapat penggunaan kata kerja seperti kerja, tulis, makan dll.
  • Urutan peristiwa berdasarkan waktu.
  • Menggunakan jenis pertanyaan retorik, yaitu kalimat pertanyaan yang tidak mengharuskan untuk dijawab. (Contoh : Apakah kamu tahu?)

E.Contoh dan Struktur Teks Anekdot

Mencuri Sendal

 Pengertian, Ciri , Tujuan, Kaidah Kebahasaan, Contoh dan Struktur Teks Anekdot
Abstraksi

Dipagi hari Sutan sedang asik makan seblak di warung makan kesukaannya. Setelah kenyang Sutan bergegas untuk segera pulang.

Orientasi

Ditengah perjalanan pulang Sutan mengalami kecelakaan yaitu terserempet oleh sepeda motor yang ugal-ugalan. Pada kecelakaan tersebut mengakibatkan sandal Sutan putus.
Dengan terpaksa Sutan berjalan kaki tanpa menggunakan sandal :D. Karena rumahnya jauh, ia pergi ke toko terdekat untuk membeli sandal. Namun apa daya uangnya tidak mencukupi.

Krisis

Karena uangnya tidak mencukupi, Sutan pun mempunyai niat untuk mencuri sandal di masjid yang letaknya tidak jauh dari toko tersebut. Sutan hendak mengambil sandal terbaik yang ada di masjid itu.
Sambil duduk diteras masjid, ia memperhatikan setiap orang yang akan masuk ke masjid. Jadi ketika targetnya sibuk beribadah ia kemudian segera mengambil sandal tersebut.
Setelah itu ternyata aksinya berjalan dengan lancar, Sutan berhasil mendapatkan sandal berwarna hitam yang merupakan sandal terbagus di masjid tersebut. Tidak disangka-sangka sang pemilik sandal menyadari bahwa Sutan telah mencuri sandalnya.
Pemilik sandal langsung teriak dan mengejar Sutan. Apes sekali Sutan, perutnya yang
gendut membuatnya tidak bisa berlari kencang. Sutan pun tertangkap dan dibawa ke kantor polisi.
Setelah dilakukan penyelidikan, Sutan di vonis dengan pasal pencurian dan kasusnya akan disidangkan satu minggu lagi. Sial sekali bagi Sutan, hal sepele ini membuatnya harus terseret ke meja hijau.

Reaksi

Hari persidangan telah tiba, Sutan duduk di kursi tersangka dengan kepala tertunduk.
Hakim : “Baiklah, Sutan, umur 20 tahun, telah terbukti telah mencuri sandal seharga 20.000 rupiah. Dengan ini anda dihukum selama 5 tahun penjara.”
Sutan : “loh?! Pak, ini tidak adil, mengapa hukuman saya jauh lebih berat dibandingkan dengan para koruptor ?”

Koda

Kemudian hakim memberikan penjelasan kepada Sutan, bahwa ia mencuri sendal sehingga merugikan seseorang 20.000 rupiah. Sedangkan para koruptor mencuri uang 2 miliar sehingga merugikan 200 juta rakyat Indonesia.
Nah kalau dihitung koruptor hanya merugikan 10 rupiah saja setiap orang. Jadi kerugian akibat tindakan yang dilakukan oleh Sutan lebih besar daripada tindakan yang dilakukan oleh para koruptor.

Sekian Artikel Belajar kali ini mengenai teks anekdot, semoga dapat memberikan referensi belajar kita semua. Terima kasih, jangan lupa like dan share :).

Add a Comment