Komponen Ekosistem Lengkap : Abiotik dan Biotik

 Komponen Ekosistem Abiotik dan Biotik – Halo sobat pada kesempatan ini Artikelbelajar akan membahas mengenai BAB mengenai KOMPONEN EKOSISTEM. Pada artikel kali ini akan dibahas Komponen Ekosistem Abiotik dan Biotik.

Ekosistem merupakan suatu sistem dimana terjadi hubungan (interaksi) saling ketergantungan antara komponen komponen di dalamnya, baik yang berupa makhluk hidup maupun yang tidak hidup. Hubungan saling ketergantungan antara komponen ekosistem sangat teroganisir. Setiap komponen memiliki makna khusus bagi komponen lainnya. Hubungan tersebut berlangsung secara dinamis sehingga terjadilah keseimbangan lingkungan. Ilmu yang mempelajari hubungan saling ketergantungan atau hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan tak hidup disebut ekologi. Bagaimanakah bentuk hubungan saling ketergantungan antara komponen komponen ekosistem, interaksi antarkomponen ekosistem, aliran energi, piramida ekologi, produktivitas, dan biogeokimia, dan dinamika komunitas.

Komponen Ekosistem

Semua ekosistem, baik ekosistem daratam (terestrial) maupun ekosistem perairan (akuatik) tersusun atas komponen komponen. Berdasarkan struktur dasar ekosistem, komponen ekosistem dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu komponen abiotik dan komponen biotik.

A. Komponen Abiotik

Komponen abiotik adalah komponen fisik dan kimiawi yang terdapat pada suatu ekosistem sebagai medium atau substrat untuk berlangsungnya suatu kehidupan. Komponen abiotik meliputi udara, air, tanah, garam mineral, sinar matahari, suhu, kelembapan, dan derajat keasaman (pH)

1.Udara

Udara merupakan sekumpulan gas pembentuk lapisan atmosfer yang menyelimuti bumi. Udara bersih dan kering di atmosfer mengandung gas dengan komposisi yang permanen, yaitu 78,09% nitrogen (N2); 21,94% oksigen (O2); 0,032% karbon dioksida (CO2), dan gas lain (Ne, He, Kr, Xe, H2, CH4, N2O). Selain itu, udara juga mengandung gas yang jumlahnya bisa berubah ubag, yaitu auap air (H2O), ozon (o3), sulfur dioksida (SO2), dan nitrogen dioksida (NO2). Udara berfungsi untuk menunjang kehidupan penghuni ekosistem. Contohnya, gas O2 untuk respirasi makhluk hidup dan gas CO2 untuk proses fotosintesis tubuhan.

2. Air

Air mengandung berbagai jenis unsur atau senyawa kimia dalam jumlah yang bervariasi, contohnya natrium, kalsium, amonium, nitrit, nitrat, dan fosfat. Jumlah unsur yang terkandung di dalam air bergantung pada kualitas udara dan tanah yang dilalui oleh air. Air dapat berubah wujud menjadi uap, cairan, atau es; bergantung suhu lingkungan di sekitarnya. Volume air dibumi mencapai 1.400.000.000 km³, dengan perincian 97% berupa air laut, 2% berupa gunung es di kedua kutub bumi, 0,75% berupa air tawar (mata air, air sungai, danau, air tanah), dan selebihnya berupa uap air.

3. Tanah

Tanah terbentuk karena proses destruktif (pelapukan bantuan, pembusukan senyawa organik) dan sintesis (pembentukan mineral). Komponen tanah yang utama, yaitu bahan mineral, bahan organik, air, dan udara. Tumbuhan mengambil air dan garam garam mineral dari dalam tanah. Sementara manusia menggunakan tanah untuk keperluan lahan pemukiman, pertanian, perteenakan, perkantoran, perindustrian, pertambangan, dan kegiatan transportasi.

4. Garam Mineral

Tumbuahan menyerap garam mineral  dari dalam tanah untuk pertumbuhan. Hewan dan manusia memerlukan garam mineral untuk menjaga keseimbangan asam dan basa, mengatur kerja alat alat tubuh, dan untuk proses metabolisme.

5. Sinar Matahari

Sinar matahari merupakan sumber energi bagi seluruh kehidupan di bumi. Di dalam ekosistem, energi dialirkan daei suatu tingkat trofik ke tingkat trofik berikutnya dalam bentuk transformasi energi. Sebagian kecil sinar matahari yang mencapai permukaan bumi dimanfaatkan tumbuhan untuk proses fotosintesis dan diubah menjadi energi potensial dalam bentuk karbohidrat. Energi berda potensial yang dihasilkan oleh tumbuhan akan diubah menjadi energi kinetik oleh hewan dan manusia.

6. Suhu

Suhu adalah derajat panas yang berasal dari radiasi sinar, terutama yang bersumber dari matahari. Suhu udara di berbagai ekosistem berbeda beda, bergantung letak garis lintang (Latitude) dan ketinggian tempat (altitude). Makin dekat dengan kutub, suhu udara makin dingin dan kering. Suhu merupakan faktor pembatas bagi kehidupan dan memengaruhi keanekaragaman hayati di suatu ekosistem,. Pada umumnya, makhluk hidup dapat bertahan hidup pada suhu lingkungan 0°C – 40°C. Beberapa jenis makhluk hidup melakukan hibernasi (tidak aktif) pada suhu lingkungan sudah normal kembali.

7. Kelembapan

Kelembapan di suatu ekosistem dipengaruhi oleh intensitas sinar matahari, angin dan curah hujan. Kelembapan sangat memengaruhi pertumbuhan tumbuhan. Daerah dengan tingkat kelembapan berbeda akan menghasilkan ekosistem dengan komposisi tumbuhan yang berbeda.

8. Derajat Keasaman (pH)

Keadaan pH tanag berpengaruh terhadap kehidupan tumbuhan. Tumbuhan akan tumbuh dengan baik pada pH optimim, yaitu berkisar 5,8 -7,2. Nilai pH tanah dipengaruhi oleh curah hujan, penggunaan pupk, aktivitas akar tanaman dan penguraian mineral tanah.

9. Topografi

Topografi adalah keadaan naik turun atau tinggi rendahnya permukaan bumi. Topografi memengaruhi keadaan iklim yang menyangkut suhu dan kelembapan. Topografi menentukan keanekaragaman hayati dan penyebaran suatu organisme.

B. Komponen Biotik

Komponen biotik meliputi seluruh makhluk hidup di bumi. Antara lain bakteri, jamur, ganggang, lumut, tumbuhan paku, tumbuhan tingkat tinggi, hewan invertebrata, dan hewan vertebrata termasuk manusia. Berdasarkan segi tingkatan trofik atau nutrisis, maka komponen biotik dalam ekosistem dibedakan menjadi dua macam, yaitu komponen autottrof dan komponen heterotrof.

1. Komponen Autotrof

Organisme autotrof adalah organisme uniseluler maupun multiseluler yang memiliki klorofil sehingga dapat melakukan lumut, tumbuhan paku, dan tumbuhan berbiji. Dari hasil fotosintesis dihasilkan karbohidrat dan oksigen (O2). Organisme autotrof merupakan produsen utama dalam ekosistem.

2. Komponen Heterotrof

Organisme heterrotrof adalah organisme yang dalam hidupnya selalu memanfaatkan bahan organik yang disediakan oleh organisme lain sebagai bahan makanannya.

Organisme heterotrof terdiri atas herbivor sebagai konsumen primer (I), karnivor yang memakan herbivor sebagai konsumen sekunder (II), karnivor yang memakan karnivor sebagai konsumen tersier (III), dekomposer detritivor.

cheetah merupakan konsumen tersier

cheetah merupakan konsumen tersier

Rayap merupakan organisme detritivor

Rayap merupakan organisme detritivor

 

Dekomposer adalah mikroorganisme yang menguraikan zat organik sisa tumbuhan atau hewan (detrius), seperti selulosa atau kitin, menjadi zat yang lebih sederhana. Contoh dekomposer yaitu bakteri dan fungsi. Nutrien anorganik hasil penguraian dilepaskan ke ekosistem (proses mineralisasi) yang kemudian digunakan kembali oleh produsen.

Organisme heterotrof juga dikelompokan menjadi parasit dan detritivor. Parasit  hidup di luar atau di dalam tubuh inang yang masih hidup, misalnya kutu yang hidup di kepala manusia. Detritivor hidup dengan cara memakan serpihan tumbuhan atau hewan yang sudah mati, misalnya rayap, cacing tanah dan hewan kaki seribu (keluwing).

Skema siklus materi dan arus energi dalam ekosistem

Skema siklus materi dan arus energi dalam ekosistem

No Responses

Add a Comment