Interaksi Antarkomponen Ekosistem (Interaksi Antarspesies)

Ekosistem merupakan suatu sistem dimana terjadi hubungan (interaksi) saling ketergantungan antara komponen komponen di dalamnya, baik yang berupa makhluk hidup maupun yang tidak hidup. Hubungan saling ketergantungan antara komponen ekosistem sangat teroganisir. Setiap komponen memiliki makna khusus bagi komponen lainnya. Hubungan tersebut berlangsung secara dinamis sehingga terjadilah keseimbangan lingkungan. Ilmu yang mempelajari hubungan saling ketergantungan atau hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan tak hidup disebut ekologi. Bagaimanakah bentuk hubungan saling ketergantungan antara komponen komponen ekosistem, interaksi antarkomponen ekosistem, aliran energi, piramida ekologi, produktivitas, dan biogeokimia, dan dinamika komunitas.

Interaksi Antarkomponen Ekosistem

Di dalam suatu ekosistem terjadi interaksi antara satu komponen biotik dengan komponen abiotik . Bentuk interaksi antarkomponen biotik dapat terjadi antarspeises yang sama maupun spesies yang berbeda. Interaksi antara komponen abiotik dengan komponen biotik mengakibatkan terjadinya aliran energi dan daur biogeokimia.

A. Interaksi Antarspesies

Organisme tidak dapat hidup sendiri, melainkan harus berkelompok menempati suatu ruang tertentu dan saling berinterkais, baik yang bersifat positif, negatif, netral, atau kombinasinya. Interaksi yang terjadi antarspesies anggota populasi akan memengarruhi kehidupan dan kecepatan pertumbuhan populasi.

Terdapat beberapa tipe interaksi antarspesies, yaitu netralisme, kompetisi (persaingan), komersialisme, amensalisme, parasitisme, predasi, (pemangsaan), protokooperasi, dan mutualisme.

1. Netralisme

Netralisme adalah interaksi antara dua atau lebih spesies yang masing masing tidak terpengaruh oleh adanya asosiasi. Dalam hal ini tidak ada yang diuntungkan maupun yang dirugikan. Netralisme terjadi antara spesies yang memiliki kebutuhan yang berbeda, misalnya sapi dengan kucing. Sapi mencari rumput sebagai makanannya, sedangkan kucing berburu tikus sebagai makanannya.

2. Kompetisi (Persaingan)

Kompetisi adalah interaksi antara dua atau lebih spesies yang yang saling menghalangi. Hal ini terjadi karena masing masing spesies memiliki kebutuhan yang sama. Spesies bersaing memperebutkan sesuatu yang diperlukan untuk hidupnya, misalnya ruang (tempat), makanan, air, sinar matahari, udara, dan pasangan kawin. Persaingan dapat mengakibatkan organisme atau spesies yang kalah bersaing akan mati, tersingkir atau berpindah ke tempat lain. Persaingan dapat terjadi pada organisme yang memiliki niche yang sama. Niche (relung) suatu organisme adalah posisi suatu organisme dalam ekosistem dan peranan fungsionalnya (bagaimana organisme cocok dengan ekosistem). Niche  ditentukan oleh habitat dan berbagai fungsi yang dikerjakannya. Semakin besar kesamaan niche dari organisme yang hidup bersama dalam suatu habitat, maka semakin intensif persaingannya. kompetisi (persaingan) dibedakan dua macam, yaitu kompetisi intraspesifik dan kompetisi interspesifik.

  1. Kompetisi intraspesifik, yaitu persaingan yang terjadi antara organisme atau individu yang memiliki spesies sama. Contohnya sesama kambing jantan berkelahi untuk memperebutkan pasangan kawinnya.
  2. Kompetisi interspesifik, yaitu persaingan yang terjadi antara organisme atau indivuda yang berbeda spesies. Contohnya tanaman jagung dan rumput yang sama sama tumbuh di ladang.

3. Komensialisme

Interaksi Antarkomponen Ekosistem

Contoh komensalisme: ikan remora menempel pada ikan hiu untuk mendapatkan perlindungan

Komensialisme yaitu interaksi antara dua atau lebih spesies yang salah satu pihak untung, sedangkan pihak lain tidak terpengaruh oleh adanya asosiasi atau tidak dirugikan. Contohnya tumbuhan paku dan anggrek yang hidup menempel pada pohon.

4. Amensialisme

Interaksi Antarkomponen Ekosistem

Contoh amensalisme: Nerium oleander menghasilkan racun oleandrin yang mematikan bagi manusia

Amensialisme yaitu interaksi antara dua spesies atau lebih yang berakibat salah satu pihak dirugikan, sedangkan pihak yang lainnya tidak terpengaruh oleh adanya asosiasi atau tidak berakibat apa apa (tidak rugi dan tidak untung). Pada banyak kasus, interaksi ini disebabkan oleh fenomena aleopati. Alelopati adalah fenomena ketika suatu organisme menghasilkan zat kimia yang memengaruhi pertumbuhan, kelangsungan hidup, dan reproduksi organisme lain di sekitarnya. Zat kimia yang dihasilkan disebut alelokimia. Aelokimia berupa metabolit sekunder yang tidak diperlukan dalam metabolisme organisme alelopati. Contohnya Nerium oleander menghasilkan racun oleandarin yang mematikan bagi manusia, ganggang Hydrodictyon dan Scenedesmus menghasilkan antibiotik yang dapat mematikan bakteri tertentu.

5. Parasitisme

contoh endoparasit

Contoh endoparasit: cacing Ancylostoma caninum melekat di mukosa usus

Parasitisme yaitu interaksi antara dua spesies atau lebih yang berakibat salah satu pihak dirugikan, sedangkan pihak yang lain (parasit) beruntung. Parasit memperoleh makanan dari tubuh inang. Bila tubuh inang mati, maka parasit akan mencari inang baru atau ikut mati. Berdasarkan letaknya, parasit dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu parasit internal (endoparasit) dan parasit eksternal (ektoparasit). Contoh endoparasit yaitu Trichomonas vaginalis yang hidup di saluran kelamin wanita. Contoh eksoparasit yaitu tumbuhan tali putri (Cuscuta sp.) yang hdipu menumpang pada tanaman lain.

6. Predasi (Pemangsaan)

Contoh ektoparasit tali putri (Cuscuta sp.) yang hidup menumpang pada tanaman lain

Contoh ektoparasit tali putri (Cuscuta sp.) yang hidup menumpang pada tanaman lain

Predasi yaitu interaksi makan memakan antatrorganisme. Pada umumnya, tubuh predator berukuran lebih besar daripada mangsa (prey). Populasi pemangsa ditentukan oleh ketersediaan mangsa, sebaliknya populasi mangsa ditentukan oleh besar kecilnya populasi predator. Contohnya ular yang menjadi predator tikus.

7. Protokooperasi

protokooperasi

protokooperasi: burung jalak memakan kutu pada tubuh kerbau

Protokooperasi yaitu interaksi antara dua spesies atau lebih yang masing masing pihak memperoleh keuntungan, tetapi asosiasi yang terjadi tidak merupakan keharusan. Contohnya kerbau dengan burung jalak. Burung jalak mendapatkan keuntungan berupa kutu sebagai makanannya, namun jalak bisa mendapatkan makanan dari lain. Sementara kerbau mendapatkan keuntungan karena terbebas dari kutu.

8. Mutualisme

Lichen merupakan mutualisme antara jamur dengan ganggang hijau-biru

Lichen merupakan mutualisme antara jamur dengan ganggang hijau-biru

Mutualisme yaitu interaksi antara dua spesies atau lebih yang masing masing pihak memperoleh keuntungan dan saling membutuhkan sehingga asosiasi tersebut merupakan keharusan. Contohnya lichen yang merupakan mutualisme antara jamur dengan Cynobacteria.

 

Baca juga : Komponen Ekosistem Lengkap : Abiotik dan Biotik

No Responses

Add a Comment