Chordata (Lengkap) : Pengertian, Subfilum, Ciri-Ciri, Kalsifikasi, Contoh, dan Peranan

Halo sobat, kali ini admin akan membahas materi biologi mengenai Chordata. Chordata diberi nama berdasarkan adanya struktur notokorda yang ditemukan pada saat embrio. Hewan Chordata memilki empat ciri khas pada waktu tertentu dalam daur hidupnya, yaitu memilki notokordatali saraf dorsal berlubangcelah faring, dan ekor pasca anus yang berotot. Terkadang, ciri ciri khas tersebut ditemukan hanya pada masa embrionik.

Chordata

Filum Chordata terdiri atas tiga subfilum, yaitu Urochordata, Cephalochordata, dan Vertebrata. Urochordata dan Cephalochordata tidak bertulang belakang (Chordata invertebrata), atau disebut uga Acrania (tidak bertengkorak), sedangkan kelompok Vertebrata termasuk Craniata (hewan yang memilki tengkorak).

A. Urochordata

Urochordata disebut juga Tunicata. Pada umumnya, Urochordata berbentuk seperti kantong kecil, hidup di laut, menempel (sesil) pada batuan, galangan kapal, atau sampan. Beberapa jenis ada yang hidup berkoloni atau sebagai plankton.

Terdapat sekitar 1.000 spesies Urochordata, yang terbagi dalam tiga kelas, yaitu Ascidiacea, Thaliacea, dan larvacea (Appendicularia).

1. Ascidiacea

Ascidiacea hidup di perairan litoral hampir di seluruh dunia. Ascidiacea menempel pada karang, cangkang Mollusca, galangan kapal, dasar pasir atau lumpur. Tubuh Ascidiacea berbentuk kantong atau balon berukuran kecil hingga yang berukuran besar berdiameter 30 mm. Ascidiacea dikenal sebagai hewan penyemprot laut (sea squirt) yang mendapatkan makanan dengan cara menyaring lankton dari air yang mengalir melalui faring. Ada spesies yang mampu mengalirkan air dalam jumlah besar (sekitar 173 liter selama 24 jam) meskipun tubuhnya berukuran hanya beberapa sentimeter, misalnya Phallusia.

2. Thaliacea

Thaliacea hidup soliter atau berkoloni. Koloni ada yang berbentuk silindris panjang mencapai 2 m, sehingga menyerupai ular, contohnya Pyrosoma, yang mengeluarkan cahaya cemerlang. Individu yang hidup soliter memilki tubuh yang berbentuk seperti gentong. Tbuh Thaliacea transparan sehingga organ dalamnya tampak jelas. Sifon air masuk dan sifon air keluar terletak pada ujung yang berlainan.

3. Larvacea (Appendicularia)

Larvacea memilki tubuh transparan berukuran beberapa milimeter. Larvacea tidak memilki mantel dari seluosa, tetapi tubuhnya dilindungi suatu rumah dari zat semacam agar yang dihasilkan oleh permukaan lapisan epitel. Contohnya Oikopleura sp. yang memilki rumah berbentuk bualt telur.

B. Cephalochordata

Cephalochordata dikenal sebagai lancelet, contohnya Amphioxus dan BranchiostomaAsymmetron, dan Epigonichthys. Lancelet hidup sebagai bentos di dalam pasir pantai yang dangkal dan hanya kepalanya yang tersembul di atas permukaan pasir. Tubuh pipih secara lateral, kedua ujungnya runcig, bentuk kepalanya tidak jelas, dan mulut dilengkapi oleh sirus oral yang berfingsi sebagai saringan. Dinding tubuhnya berwarna merah muda dan transparan sehingga organ dalamnya tampak jelas . Tubuh dilapisis oleh epidermis tanpa kutikula atau tunik. Tubuh lancelet tersusun oleh sekitar 50 – 75 ruas ruas otot renang berbentuk huruf V yang disebut miomer. Antara miomer yang satu dengan yang lain dibatasi oleh miosepta. Menurut kajian evolusi, Cephalochordata merupakan penghubung antara invertebrata dengan vertebrata.

C. Vertebrata

1. Ciri Ciri Umum Vertebrata

Vertebrata merupakan kelompok hewan yang memilki ciri ciri berikut

  1. Sebagian atau seluruh notokorda digantikan oleh ruas ruas tulang belakang (kolumna vertebralis).
  2. Memilki tengkorak atau kranium yang berisi otak.
  3. Memiliki endoskleton (kerangka dalam) yang tersusn atas tulang keras maupum tulang rawan.
  4. Bertubuh kecil hingga besar dengan bentuk tubuh simetri bilateral.
  5. Memilki anggota badan yang berfungsi sebagai alat gerak, misalnya sirip, ekor, kaki, atau tangan yang tersusun dari otot dan tulang.
  6. Memilki dua pasang rahang, kecuali pada Agnatha (Cyclostomata).
  7. Sistem peredaran darah tertutup, yaitu darah mengalir di dalam pembuluh darah. Jantung terdiri atas ruang ruangan berupa bilik (ventrikel) dan serambi (atrium). Darah mengandung pigmen hemoglobin yang terdapat pada sel sel darah merah (eritrosit).
  8. Sistem pencernaan lengkap (mulut, kerongkongan, lambung, usus, anus)
  9. Alat pernapasan berupa insang atau paru paru. Pada vertebratatingkat tinggi, celah insang hanya pada fase embrio.
  10. Memiliki sepasang ginjal sebagai alat eksresi.
  11. Memilki alat indra berupa sepasang mata dan sepasang telinga.
  12. Alat kelamin terpisah atau hermafrodit; fertilisasi eksternal atau internal; dan bersifat ovipar (bertelur), ovovivipar (embrio) berkembang di dalam telur, tetapi telur menetas di dalam tubuh indukbetina), atau vivipar (melahirkan anak).

2. Klasifikasi Vertebrata

Subfilum Vertebrata dapat dibagi menjadi dua superkelas, yaitu Pisces berupa ikan dengan sirip yang berpasangan dan Tetrapoda yang memilki kaki berpasangan. Pisces meliputi kelas Agnatha, Chondrichthyes, dan Osteichthyes, sedangkan Tetrapoda meliputi kelas Amphibia, Reptilia, Aves, dan Mammalia.

Ahli biologi lainnya menggolongkan Vertebrata berdasarkan ada atau tidak adanya rahang yaitu Agnatha yang tidak berahangdan Gnathostoma yang memilki rahang berengsel,. Agnatha meliputi kelas Myxini (hagfish) dan kelas Cephalaspidomorphi (lamprey), sedangkan Gnathostoma meliputi kelas Chondrichthyes, Osteichthyes, Amphibia, Reptilia, Aves, dan Mammalia. Buku ini akan membahas vertebrata kelompok Pisces (ikan), Amphibia, Reptilia, Aves, dan Mammalia.

a. Pisces (ikan)

Struktur dan anatomi tubuh ikan bertulang keras

Struktur dan anatomi tubuh ikan bertulang keras

1. Ciri ciri umum Pisces

Pisces merupakan Vertebrata akuatik (hidup di air) yang memilki ciri ciri umum berikut.

  • Tubuh terdiri atas kepala, badan, dan ekor. Tubuh ditutupi oleh kulit yang pada umumnya bersisik dan berlendir. Terdapat empat tipe sisik, yaitu ganoidplakoidstenoid, dan sikloid. Pisces memilki sirip untuk berenang.Endoskeleton tersusn atas tulang rawan atau tulang keras.
  • Pisces bernapas dengan insang. Insang ditutupi oleh operkulum (tutup insang). Insang ada yang mengalami perluasan yang disebut labirin, contohnya pada ikan Trichogaster sp.
  • Pisces bersifat poikiloterm (berdarah dingin/suhu tubuh dipengaruhi oleh suhu lingkungan)
  • Sistem peredaran darah tertutup tunggal, yaitu dalam satu kali peredaran, darah hanya satu kali melalui jantung. Jantung terdiri atas dua ruangan, yaitu satu ventrikel dan satu atrium.
  • Sistem pencernaan lengkap mulai dari mulut, kerongkongan, lambung, usus, dan anus.
  • Alat eksresi berupa ginjal dengan tipe pronefron atau mesonefron.
  • Sistem koordinasi terdiri atas sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) dan sistem hormon.
  • Alat kelamin terpisah atau hemafrodit. Fertilisasi terjadi secara eksternal 9di luar tubuh) atau internal (di dalam tubuh). Pisces bersifat ovipar, ovovipar, atau vivipar.
Tipe sisik pisces (ikan)

Tipe sisik pisces (ikan)

2. Klasifikasi Pisces 

   Pisces dibagi tiga kelas, yaitu Agnatha (ikan tidak berahang), Chondrichthyes (ikan bertulang rawan), dan Osteichthyes (ikan bertulang sejati).

a. Agnatha (Cyclostomata)

Agnatha  terdapat di Amerika Utara dan Eropa. Sebagian besar Agnatha hidup di dasar perairan laut atau air tawar dengan memakan bangkai atau parasit pada ikan lainnya. Tubuh Agnatha berbentuk silindris memanjang, berukuran sekitar 76 – 90 cm. Agnatha tidak memilki rahang namun memilki mulut berbentuk lingkaran dan berparut; memilki lidah dan gigi terususun dari zat tanduk; tidak memilki sirip yang berpasangan; kulit tidak bersisik; serta bertubuh lunak dan berlendir. Rangka Agnatha tersusun atas tulang rawan. Alat kelamin Agnatha terpisah atau hermafrodit pada saat larva dan fertilisasi terjadi secara eksternal. Contohnya belut laut atau lamprey laut (Petromyzon marinus), lamprey sungai(Lampetra fluviatilis), dan Myxine sp. (hagfish).

Myxine glutinosa (hagfish Atlantik) mampu menghasilkan lendir dalam jumlah yang sangat banyak. Bila ikan tersebut dimasukan ke dalam ember yang berisi 9 liter air laut, air tersebut akan berubah menjadi bahan berlendir dalam waktu hanya beberapa detik.

b. Chondrichthyes

Chondrichthyes hidup di laut. Kulit tubuhnya tertutup oleh sisik sisik plakoid yang kasar, berisi dentin (mesodermal) dan dilapisi dengan email (ektodernal). Otot otot tubuh memilki segmen (miotom). rangka atau endoskeleton tersusun atas tulang rawan. Chondrichthyes memilki dua pasang sirip dengan sirip ekor yang pada umumnya heteroserkal (lobus dorsal lebih besar). Mulut terletak dibagian bawah (ventral) dengan lidah dan rahang. Rahang tertutup oleh gigi. Alat pencernaan lengkap mulai dari mulut, faring, esofagus, lambung, usus, rektum, dan kloaka. Kloaka merupakan lubang keluar dari sistem pencernaan, sistem ekskresi, dan sistem reproduksi. Lubang hidung berpasangan dan berfungsi untuk indra penciuman. Alat kelamin terpisah dan fertilisasi terjadi secara eksternal atau internal. Chondrichthyes bersifat ovipar atau ovovivipar. Contoh Chondrichthyes antara lain ikan hiu (Squalus sp), ikan pari (Makararaja sp.), pari listrik (Torpedo marmorata), pari macan (Taeniura lymma), dan Chimaera sp.

Hiu memilki penglihatan yang tajam, tetapi tidak dapat membedakan warna. Lubang hidung berfungsi sebagai indra penciuman, bukan untuk proses pernapasan. Hiu merupakan hewan ovovivipar. Telur dibuahi secara internal dan tetap berda di dalam oviduk (saluran telur). Embrio di dalam telur mendapatkan makanan dari kuning telur dan berkembang menjdai anak hiu. Telur kemudian menetas di dalam uterus dan lahirlah anak hiu. Hiu jantan memilki alat kopulasi yang disebut klasper. Klasper berupa sepasang penjepit pada sirip pelvis untuk memindahkan sperma ke dalam saluran reproduksi betina.

c. Osteichthyes

Osteichthye hidup di laut, air twar, dan rawa rawa. Ukuran tubuh bervariasi, antara 1 cm – 6 m. Osteichthyes merupakan ikan bertulang sejati dengan endoskeleton yang mengandung matriks kalsium fosfat yang keras. Kulit ditutupi oleh sisik bertipe ganoid, sikloid, atau stenoi, namun ada pula yang tidak bersisik. Otot tubuh bersegmen segmen. Mulut berahang dan memilki gigi dan lidah. Osteichthyes bernapas dengan insang yang ditutupi oleh operkulum (tutup insang). Osteichthyes memilki gelembung renang yang berfungsi membantu pernapasan dan sebagai alat hidrostatik, yaitu menyesuaikan berat tubuh dengan kedalaman air. Darah berwarna pucat dan mengandung eritrosit berinti dan leukosit. Osteichthyes memilki limpa berwarna merah. Alat pencernaan lengkap mulai dari mulut, faring, esofagus, lambung,